Marisi Butarbutar - Berbagi Setulus Hati

Tips Tetap Semangat

Sabtu, Juli 25, 2009

10 KIAT MEMPERTAHANKAN SEMANGAT HIDUP

Banyak hal positif yang dapat Anda lakukan di tengah kesibukan rutin. Nikmatilah hidup sembari bekerja, niscaya Anda akan tetap mempertahankan semangat dan memiliki kehidupan yang bertenaga. Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”

1. BERIKANLAH LEBIH
Jadilah orang yang selalu memberikan ‘lebih’ dalam apa saja yang Anda lakukan. Jadikanlah ‘totalitas’sebagai

gaya hidup Anda karena kebiasaan membentuk karakter. Berilah tanpa mengharap imbalan dan pujian.

2. KURANGI KETEGANGAN
Orang bijak bilang: “Suatu saat nanti kamu akan tertawa jika teringat akan hal ini.” Kurangilah stres dengan berpikir bahwa segala sesuatu dalam hidup Anda pasti akan berjalan lebih baik. Walaupun kondisi pada saat ini tidak mendukung Anda untuk bersemangat. Milikilah kerangka berpikir positif! Lihatlah setiap situasi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan lupa untuk tetap tertawa.

3. KUASAILAH KEBIASAAN ANDA
Kebiasaan dapat membuat Anda menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pastikanlah untuk memiliki kebiasaan yang memiliki efek yang baik bagi diri & hidup Anda. Lenyapkanlah kebiasaan buruk yang merugikan.

4. PILIHLAH LINGKUNGAN ANDA
Perhatikan, siapa saja orang yang sangat berpengaruh dalam hidup Anda? Kita semua terbentuk oleh lingkungan kita. Setiap orang yang ada di sekeliling kita mempengaruhi kepribadian, kepercayaan, dan nilai-nilai yang kita anut. Jadi, siapa orang terdekat Anda? Pastikan bahwa mereka mendukung Anda untuk maju. Hindari orang yang mengha-langi perkembangan dan mematikan semangat Anda.

5. LUANGKAN WAKTU UNTUK KEGIATAN YANG ANDA SUKAI
Seringkali kita berupaya keras untuk berlari mengejar kemajuan dalam kehidupan kita, hingga melupakan hal-hal yang membuat kita bahagia. Jika terlalu tegang, Anda menjadi lelah jiwa raga, dan bosan. Kembalikan semangat Anda dengan meluangkan waktu untuk melakukan hobi Anda. Lakukanlah secara teratur.

6. PECAHKAN MASALAH YANG MENGHIMPIT ANDA
Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang, menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali bersemangat!

7. FOKUS! FOKUS! FOKUS!
Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.

8. SISIHKAN WAKTU UNTUK MENYUSUN HIDUP ANDA
Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka. Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!

9. MENJAGA KESEHATAN JIWA & RAGA
Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan, carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!

10. BERINVESTASI PADA OTAK & PIKIRAN ANDA
Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya, mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.

READ MORE - Tips Tetap Semangat

Pelayanan Anak

A. Mengapa Melayani Anak?

Melayani anak merupakan bagian dari rencana Tuhan seperti yang
tertulis di dalam Alkitab, antara lain:

  1. Ulangan 6:4-9">Ulangan 6:4-9

    "... Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah
    engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang
    kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di
    rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau
    berbaring dan apabila engkau bangun .... "
  2. Amsal 22:6">Amsal 22:6

    "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada
    masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."
  3. Matius 28:19-20">Matius 28:19-20

    "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
    baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
    ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
    kepadamu .... "

Jadi melayani anak, seperti juga melayani sesama yang lain dalam
berbagai tingkatan usia, merupakan kehendak Tuhan.

Anak-anak perlu dikenalkan jalan keselamatan di dalam Tuhan Yesus,
anak-anak juga perlu dididik untuk hidup di dalam terang Firman
Tuhan. Meskipun tugas utama mendidik anak adalah tanggung jawab
orangtua, namun orang-orang percaya yang terhimpun dalam organisasi
gereja maupun organisasi Kristen lainnya sebagai Tubuh Kristus juga
memiliki peran yang sangat penting dalam melayani anak, terutama
dalam program penginjilan anak untuk menjangkau mereka yang belum
mengenal Tuhan.

Mengajarkan Firman Tuhan kepada anak tidak terhitung faedahnya.
Banyak ahli sudah membuktikan bahwa pengalaman hidup seseorang pada
masa kecilnya akan memiliki pengaruh yang besar dan menentukan pada
masa dewasanya kelak. Dengan melayani anak, kita melatih dan
mempersiapkan angkatan muda dan generasi penerus Gereja.

Memang tanggung jawab itu besar dan berat, namun tugas melayani
anak-anak ini sungguh indah indah dan agung.

B. Bagaimana Melayani Anak?

Sampai saat ini, Sekolah Minggu masih dinilai menempati posisi yang
strategis dalam menjangkau anak-anak. Tapi, bukan berarti peran
pribadi maupun lembaga Kristen lainnya jadi kurang penting.

Ada banyak hal yang dapat dijangkau dan dikerjakan oleh banyak
pribadi maupun lembaga Kristen, yang mungkin selama ini tidak
ter"cover" oleh pelayanan Sekolah Minggu pada umumnya.

Sebagai contoh, ada beberapa lembaga Kristen yang mengkhususkan diri
pada suatu bidang pelayanan tertentu, sehingga seluruh konsentrasi
tenaga, biaya, dan sumber daya lainnya dapat lebih dioptimalkan.
Bidang pelayanan yang digeluti bisa berupa penyediaan literatur
rohani untuk anak (renungan harian, majalah, buku, komik, dsb.).
Bidang pelayanan lain, misalnya: pelayanan di bidang multimedia dan
audio-visual (menyediakan kaset, video, VCD, pemutaran film, dsb.),
atau pengadaan materi, training, dan berbagai alat bantu untuk
menunjang aktivitas Pelayanan Anak. Informasi lebih detail mengenai
berbagai lembaga yang menggeluti dunia Pelayanan Anak dapat anda
simak di kolom "Serba-Serbi": Mengenal Lembaga Pelayanan Anak.

Sebagai pribadi, anda juga dapat terlibat dalam berbagai bentuk
aktivitas Pelayanan Anak. Bahkan bagi anda hal ini dapat dimulai
dari dalam rumah anda sendiri. Anda dapat membuka pintu rumah untuk
anak-anak di lingkungan sekitar anda. Entah itu dengan menyediakan
buku bacaan rohani, menyediakan tempat berkumpul dan bermain
bersama, memberikan bimbingan belajar gratis, mengundang anak
gelandangan atau anak panti asuhan untuk makan bersama sambil
membagikan kasih Tuhan, dan lain sebagainya.

Anda dapat dipakai Tuhan untuk menjangkau anak-anak agar mereka
mengenal kasih Tuhan Yesus Kristus serta menerima keselamatan
dariNya. Tuhan tidak membutuhkan orang-orang luar biasa untuk
pekerjaanNya, Tuhan hanya membutuhkan orang-orang biasa yang
menyediakan dirinya untuk dipakai sebagai alat yang luar biasa di
tanganNya.

Bersediakah anda menjawab panggilan Tuhan ini?
Kiranya Tuhan menyertai dan memberkati anda di dalam melayani
anak-anak!

READ MORE - Pelayanan Anak

Sekolah Minggu Tidak Penting?

Jika pertanyaan berikut ini disampaikan kepada orang
dewasa yang kristen, apa kira-kira jawaban mereka. Pertanyaannya adalah
"Apakah sekolah minggu perlu atau penting?", lalu apa jawabannya?
Mungkin jawabannya semacam ini: "Oh sangat perlu", "Ya, anak-anak harus
diajar sejak kecil untuk mengenal Tuhan." "Sekolah minggu harus
diadakan." Jadi pada dasarnya mereka menganggap sekolah minggu adalah
perlu dan bahkan penting.

Tetapi, apakah sikap yang memandang penting
pelayanan anak itu terwujud dalam kenyataannya? Dari pengamatan
terhadap beberapa gereja diketahui bahwa pada tataran praktik ternyata
keadaannya tidak seperti yang diungkapkan dengan kata-kata. Berikut ini
adalah beberapa hal yang masih dapat - kalau tidak sangat sering -
dijumpai di gereja-gereja berkaitan dengan pelayanan sekolah minggu (
SM)
.

  1. SM diadakan agar anak-anak tidak mengganggu kebaktian orang dewasa
  2. Sikap seperti ini mungkin muncul dari praanggapan
    bahwa anak-anak tidak atau belum bisa berbakti. Sikap semacam ini
    mempunyai implikasi de facto bahwa kebaktian SM tidak penting.
    Dalam kata lain, kebaktian orang dewasa begitu teramat sangat penting,
    sehingga gangguan dari pihak anak-anak sedikit pun tidak diizinkan.
    Mereka dipisahkan dari kebaktian orang dewasa bukan dengan maksud agar
    anak-anak dapat berbakti dengan lebih baik kepada Tuhan, tetapi agar
    kebaktian orang dewasa tidak terganggu sama sekali. Apabila tempat
    kebaktian SM dekat dengan tempat kebaktian orang dewasa, anak-anak
    tidak diizinkan untuk memuji Tuhan dengan suara keras (
    yang menunjukkan rasa bebas memuji Tuhan)
    di SM, karena akan mengganggu kebaktian orang dewasa. Apakah pernah
    terpikir bahwa puji-pujian dari kebaktian orang dewasa yang begitu
    keras bisa mengganggu anak-anak belajar Firman Tuhan?

  3. Fasilitas untuk SM tidak memadai
  4. Sering terlihat ruangan untuk SM sempit dan tidak
    memadai. Ada gereja yang mengadakan kebaktian SM di bawah pohon. Ada
    pula kebaktian SM diadakan di tempat parkir di basement sebuah hotel, sedangkan kebaktiaan untuk orang dewasa diadakan di salah satu ruangan hotel.

    Jarang ada alat musik untuk anak-anak SM, sedangkan
    pada kebaktian orang dewasa alat musik serta sistem suaranya sangat
    baik dan lengkap. Bukankah ini salah satu bentuk diskriminasi? Dalam
    ucapan dikatakan bahwa kebaktian untuk anak SM penting, tetapi pada
    kenyataannya yang menjadi pusat adalah orang dewasa dan pelayanan SM
    dinomorduakan.

  5. Pengajar SM kurang kompeten

Banyak orang tidak mau mengajar di SM dan karena itu
gereja sering menghadapi kurangnya guru SM, padahal anggota jemaat
banyak sekali. Dari antara mereka yang memiliki beban besar untuk
pelayanan anak, banyak pula yang pengetahuan dan keterampilannya kurang
memadai.

Sering ditemui banyak guru SM yang mengajar tanpa
persiapan dan banyak pula yang mengajarkan hal yang tidak tepat -- jika
tidak dikatakan sangat salah. Pernah ada guru SM yang menyampaikan
kisah berikut di kelas kecil. Guru itu berkata: "Suatu hari Budi
diminta ibu untuk membeli sesuatu. Budi ternyata memakai uang itu untuk
jajan, dan ketika ditanya oleh ibunya ia menjawab bahwa uangnya hilang.
Pada malam hari, Budi bermimpi dikejar-kejar oleh setan. Pada pagi
harinya ketika bangun ia ketakutan lalu ia meminta maaf kepada ibunya."
Apa yang ingin dicapai melalui cerita ini, apakah guru itu akan
mengajarkan bahwa setan bisa juga membuat orang bertobat? Sejak kapan
setan bisa membuat orang bertobat?

Ada juga guru SM yang mengajarkan bahwa persembahan
Kain tidak diterima oleh Allah karena sayur dan buah-buahan di dalam
persembahan Kain busuk semua. Di bagian yang mana dari Alkitab yang
mengajarkan hal ini, lagi pula konsep apa yang ingin disampaikan oleh
guru ini? Persembahan Kain tidak diterima karena ia tidak melakukan
persembahan dari binatang. Persembahan dengan pencurahan darah binatang
ini menyatakan konsep bahwa "Tidak ada penebusan tanpa curahan darah."
Persembahan dari binatang ini merupakan simbol dari persembahan agung
Yesus Kristus kelak.

Senada dengan kesalahan ini adalah cerita guru lain
lagi yang menyatakan bahwa Daniel tidak dimakan oleh singa di gua
karena singanya ompong. Pengajaran yang salah ini mengaburkan dan mengecilkan arti perintah Tuhan dan juga penyertaan Tuhan.

Memang adalah suatu hal yang sangat baik apabila
seseorang memiliki beban yang besar untuk pelayanan, apalagi pelayanan
anak-anak. Akan tetapi para guru harus diperlengkapi atau
memperlengkapi diri dengan keterampilan atau pengetahuan agar dapat
lebih baik lagi menyampaikan berita sukacita kepada anak-anak. Gereja
seharusnya membina para calon guru SM untuk menghindarkan pengajaran
yang salah yang dapat menyesatkan anak-anak.

Masih banyak hal yang sebetulnya menunjukkan bahwa
anak-anak memang tidak begitu diperhatikan. Pelayanan SM biasanya
diberi prioritas yang paling akhir dari antara pelayanan-pelayanan yang
lain Inti permasalahannya sebetulnya terletak pada cara memandang
anak-anak yang kurang tepat. Banyak orang dewasa -- dalam hal ini para
pengajar SM, gembala sidang, majelis gereja, dll -- yang memandang
anak-anak belum bisa apa-apa: belum bisa mengerti FT, belum bisa memuji
Tuhan. Cara pandang seperti ini memanifestasi pada sikap atau kondisi
guru SM yang mengajar tanpa persiapan, tidak dipikirkannya fasilitas
untuk pelayanan SM, tidak pernah dipikirkan camp/retret khusus
untuk anak-anak, penyampaian cerita yang tidak membawa kepada
pengenalan akan Tuhan atau kepada kesadaran akan perlunya juru selamat,
dsb.

Cara pandang seperti ini perlu diubah, karena masa
anak-anak merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Apa yang diberikan atau dialami oleh anak-anak dalam masa kanak-kanak
bisa mempunyai efek yang sangat serius untuk anak itu sebagai individu
kelak. Amsal 22:6 menyatakan: "Didiklah orang muda menurut jalan yang
patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari
pada jalan itu."

Banyak orangtua yang mengusahakan pendidikan formal
sebaik mungkin untuk anak-anak: mereka dimasukkan ke dalam sekolah yang
baik atau favorit, dibelikan buku pelajaran yang lengkap, dll., akan
tetapi apakah sikap yang memandang penting pendidikan seperti ini juga
diterapkan dalam hal rohani? Perlu diingat, sebagaimana anak-anak itu
kelak memimpin bangsa, mereka juga adalah masa depan gereja. Di tangan
merekalah kepemimpinan gereja di masa yang akan datang.

Pendeta Gonbei menyatakan bahwa menomorsekiankan
pelayanan anak SM mungkin timbul karena gereja memegang konsep praktis
yang umum dipegang oleh kalangan di luar gereja yaitu tidak membiarkan
adanya pemborosan dan kerugian.

  1. Tidak membiarkan adanya pemborosan
  2. Secara sadar atau tidak, banyak gereja beranggapan
    bahwa mengeluarkan uang untuk pelayanan SM adalah merupakan pemborosan.
    Mengeluarkan uang banyak untuk menyediakan alat musik, ruang kelas yang
    cukup baik, dan juga yang lain untuk SM adalah pemborosan. Mengeluarkan
    uang banyak untuk menyelenggarakan retret untuk anak-anak adalah
    pemborosan. Sikap yang tidak mengizinkan adanya "pemborosan" ini pun
    kita temukan pada Markus 14:4, yaitu ketika seorang perempuan
    mencurahkan minyak narwastu ke kepala Yesus. Waktu itu ada orang yang
    gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?" Jelaslah
    di sini terlihat segi ekonomi bisa mengalahkan urusan yang mempunyai
    dampak kekekalan, karena kita tidak menyadari bahwa "pemborosan" yang
    semacam ini dikehendaki oleh Allah. "Pemborosan" yang ini perlu
    dilakukan untuk membawa anak-anak itu mengenal dan menerima Kristus
    sebagai juru selamatnya yang pribadi.

  3. Terlalu perhitungan

Sikap terlalu perhitungan juga sering menghinggapi
gereja. Segala sesuatu terlalu didasarkan pada prinsip untung dan rugi.
Berdasarkan prinsip ini jelas pelayanan SM adalah pelayanan yang merugi
dilihat dari segi ekonomi. Berapa banyak uang persembahan anak-anak SM?
Sudah pasti jumlahnya tidak cukup untuk dapat menyewa ruangan yang baik
atau untuk membeli gitar atau untuk membiayai hamba Tuhan. Karena
persembahan anak-anak ini kontribusinya sangat kecil untuk gereja, maka
apakah dapat disalahkan jika gereja menyediakan fasilitas sesuai dengan
kontribusinya? Tentu tidak salah jika acuannya adalah berapa banyak
keuntungan yang dapat diberikan oleh anak-anak melalui pelayanan SM.
Tetapi memang beginikah seharusnya kita mengelola pelayanan ini?

Sikap seperti ini memang sering mewarnai gereja yang
ditebus oleh Tuhan Yesus. Jika tidak memberikan kontribusi yang layak,
maka tidak perlulah terlalu diperhatikan. Semua tindakan harus
dilakukan berdasarkan perhitungan untung-rugi. Bagaimana seandainya
Yesus juga melakukan analisis untung-rugi (
cost-benefit analysis)
sebelum Ia mau disalibkan, apakah kita akan diselamatkan?

Dalam kehidupan sehari-hari yaitu urusan sekolah
biasa, orangtua mau mengeluarkan banyak uang untuk membeli buku,
membayar guru privat, membeli komputer, dll. Apakah dalam hal ini
orangtua menggunakan perhitungan untung-rugi secara murni? Tentu tidak.
Mereka melihat masa depan yang akan dijalani oleh anak-anak itu. Mereka
harus diberi bekal agar dapat menghidupi dirinya dan keluarganya kelak.
Bukankah pelayanan untuk anak-anak juga harus dipandang begitu juga.
Anak-anak harus dipersiapkan untuk menerima Yesus Kristus yang sangat
mempengaruhi masa-masa setelah kehidupannya di dunia ini berakhir.
Berapa lamanya kehidupan setelah kematian itu bila dibandingkan dengan
kehidupan di dunia ini? Untuk kehidupan di dunia yang rentang waktunya
tidak panjang seseorang mau berkorban banyak, bukankah seharusnya pula
kita mau berkorban untuk kehidupan yang kekal?

Cara pandang yang meremehkan anak-anak atau
pelayanan anak-anak ini perlu diubah. Jika tidak, gereja akan
kehilangan berkat Tuhan. Sikap semacam kemunafikan yaitu lain di mulut
lain di hati atau lain di tindakan harus segera dihentikan. Tuhan tidak
menyukai sikap seperti ini ada dalam gereja-Nya.

Pelayanan SM memiliki nilai yang strategis dan
karena itu perlu dilakukan. Lebih lanjut Pdt.Gonbei menyatakan beberapa
hal penting yang tercakup di dalam pelayanan SM adalah program
penginjilan, pertumbuhan dan penyerahan diri.

  1. Program untuk Penginjilan
  2. Kegiatan SM jelas berkaitan dengan program
    penginjilan. Sebagaimana halnya orang dewasa, anak-anak juga
    membutuhkan juru selamat. Oleh karena itu pelayanan SM perlu dilakukan
    dengan serius karena berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia --
    ingat, anak-anak juga seorang manusia yang utuh walaupun belum dewasa.
    Berkaitan dengan itu maka cara pelaksanaan SM harus diusahakan agar
    anak-anak ini bisa mendengar FT dengan baik yang mengarahkan mereka
    kepada keyakinan bahwa mereka adalah orang berdosa yang membutuhkan
    juru selamat, dan juru selamat itu adalah Yesus Kristus. Pengajaran di
    SM yang hanya berkisar kepada masalah moral saja tidak akan membawa
    anak-anak menyadari perlunya juruselamat.

    Selain itu, anak-anak bisa menjadi pemberita Injil
    kepada orang-orang yang ada di dalam keluarganya. Apa yang didengar
    oleh anak-anak di sekolah minggu bisa diceritakannya kembali kepada
    orangtua, nenek-kakek, saudara-saudaranya di rumah. Dengan cara seperti
    ini, orangtua yang tidak pernah ke gereja atau yang tidak pernah
    mendengar berita tentang Yesus dapat mendengarnya dari mulut anak-anak
    ini.

    Acara-acara lain yang dilakukan oleh gereja
    berkaitan dengan program sekolah minggu dapat pula menjadi arena
    penyampaian berita sukacita. Gereja Baptis Airin di Sapporo mempunyai
    program operet tiap tahun. Setiap kali waktu pementasan tiba, acara ini
    bisa dihadiri oleh ribuan orang dewasa yang kebanyakan adalah orangtua
    atau keluarga anak-anak sekolah minggu. Sebagian besar dari yang hadir
    adalah orang-orang yang bukan Kristen.

  3. Program untuk Pertumbuhan
  4. Program ini adalah untuk membantu anak-anak
    bertumbuh secara rohani. Seperti pada segi fisik/jasmani, pertumbuhan
    rohani anak-anak biasanya juga lebih cepat daripada orang dewasa.
    Mereka bisa dilatih untuk memiliki kebiasaan membaca FT, berdoa dan
    memuji Tuhan. Anak-anak yang sudah besar bisa diminta untuk membaca
    Alkitab sendiri di SM, dan mereka juga bisa diminta membantu melakukan
    sesuatu untuk anak-anak yang lebih kecil atau tugas lain -- dengan kata
    lain, menjadikan mereka mitra pelayanan guru-guru SM.

  5. Program Penyerahan Diri

Banyak orang yang tidak percaya bahwa anak-anak bisa
juga menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Di Gereja Airin, Sapporo,
Jepang yang memperkenalkan metode pelayanan MEBIG -- singkatan dari
MEMORY, BIBLE, GAME -- anak-anak bisa menjadi pemimpin puji-pujian atau
MC di dalam kebaktian. Mereka bisa melakukan pelayanan membagi traktat
dan juga membersihkan gereja. Di gereja ini selalu diadakan retreat
untuk anak-anak dan dari acara ini lahir jiwa-jiwa yang mempunyai
keyakinan untuk menjadi pendeta atau penginjil setelah mereka menjadi
besar.

Pelayanan sekolah minggu adalah suatu pelayanan
yang sangat penting untuk dilaksanakan, karena pelayanan ini akan
menjadi dasar bagi perkembangan hidup kerohanian seorang anak yang
kelak menjadi dewasa. Pelayanan yang dilaksanakan dengan baik akan
menghasilkan sumberdaya bagi gereja. Pelayanan yang dilaksanakan dengan
baik akan menyediakan calon-calon pemimpin untuk pertumbuhan dan
penyelenggaraan gereja.

Sumber: http://www.geocities.com/sudi_ariyanto/SMpenting.html

READ MORE - Sekolah Minggu Tidak Penting?

Anak

Seringkali orangtua beranggapan bahwa anaknya memiliki masalah di
sekolah karena anaknya memang nakal. Namun sebenarnya, jarang sekali
ada anak yang ingin menjadi nakal atau membuat masalah jika tidak
dipicu oleh hal lain terlebih dahulu. Hal-hal yang memicu bisa berasal
dari berbagai pihak: guru, teman, pelajaran, dan orangtua. Sementara
faktor-faktor yang lain tidak bisa kita kendalikan, faktor yang
terakhir -kita sendiri sebagai orangtua- adalah yang paling
berpengaruh dan kita dapat melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Banyak
kasus di mana anak mencari/ membuat masalah di sekolahnya karena
kurangnya perhatian dan penghargaan dari orangtua.

Banyak orangtua yang kurang menghargai anak dalam bentuk tindakan di bawah ini:


1. Menerapkan disiplin yang keras.
Nilai-nilai
yang mereka capai di sekolah, lalu menerapkan disiplin yang keras agar
anak dapat ‘dipantau' kegiatan belajarnya dan memperoleh nilai yang
baik.


2. Membebani anak dengan les-les yang tidak mereka inginkan.
Orangtua
tidak puas atas apa yang dicapai oleh anak, lalu menambahkan berbagai
les mata pelajaran dan les seni seperti les piano, les balet/ tari, les
gambar, les vokal dan lain-lain. Mereka berharap dengan memberikan anak
mereka berbagai macam les tersebut, anak mereka bisa lebih pandai,
mengeksplor bakat dan memiliki keterampilan, tanpa menyadari betapa
berat beban yang ditanggung anak-anak dalam mengerjakan semuanya itu.


3. Membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain.
Orangtua
melakukan ini dengan harapan anaknya akan terpacu untuk menjadi lebih
baik, tanpa menyadari bahwa hati anak terluka karena merasa tidak
diinginkan.


4. Berfokus pada kesalahan anak.
Hal
ini bisa disebabkan karena orangtua memiliki ekspektasi bahwa anaknya
akan selalu menjadi anak yang baik, yang sempurna, sehingga kesalahan
anak sekecil apapun bisa membuat orangtua marah.


5. Tidak mengucapkan kalimat penghargaan
Dan
ketika anak melakukan sesuatu yang baik, orangtua menganggap bahwa hal
itu harus/sudah sewajarnya dilakukan anak, sehingga tidak ada kalimat
pujian.


6. Membuatkan keputusan untuk anak walaupun mereka sudah mampu memilih.
Dengan
melakukan hal ini orangtua menunjukkan rasa tidak percaya bahwa anak
mampu mengambil keputusan, dan tidak melatih anak untuk bertanggung
jawab atas pilihannya sendiri. Anak akan merasa bahwa suaranya tidak
penting untuk didengar, dan kemandiriannya sebagai individu ditiadakan.


7. Tidak berkomunikasi dengan anak
Banyak
orangtua jaman sekarang, yang karena tuntutan hidup harus bekerja,
sehingga kurang menghabiskan cukup waktu dengan anak-anaknya. Di saat
mereka punya waktu, biasanya mereka pergi atau nonton bersama tanpa
banyak berbicara dan banyak orangtua menganggap bahwa anak kecil belum
mengerti banyak hal, sehingga mereka tidak mengikutsertakan anak dalam
mendiskusikan banyak hal. Anak menjadi tidak terlatih untuk
menyampaikan maksud dan pikirannya.
Hal ini menyebabkan anak kehilangan rasa percaya diri dan yakin bahwa dirinya tidak punya hak untuk didengarkan

Akibat
dari kurangnya penghargaan dari orangtua, anak mencari cara untuk
meyakinkan dirinya bahwa orangtuanya masih peduli kepadanya. Mereka
mencari perhatian (yang dibaca oleh orangtua sebagai ‘berontak') dengan
cara membuat masalah atau enggan sekolah karena mereka tidak tahu
bagaimana mengekspresikan tekanan dan rasa frustrasi yang mereka
rasakan. Akibat lain adalah anak menjadi lebih ambisius dalam belajar
dan berusaha menjadi yang terbaik dalam nilai akademis. Mereka berharap
bahwa orangtuanya akan mengasihi mereka jika mereka memiliki nilai yang
bagus. Hal ini sangat menyedihkan karena kenyataannya orangtua tidak
pernah puas dengan apa yang mereka lakukan/ capai. Dan anak terus
berusaha mati-matian sampai akhirnya merasa putus asa. Kurangnya
penghargaan juga dapat muncul dalam bentuk yang lebih berbahaya, yaitu
anak memendam perasaannya dan menciptakan keyakinan bahwa mereka memang
tidak berharga dan tidak layak mendapat kasih sayang dari orangtua atau
dari siapapun. Mereka menjadi rendah diri dan bahkan membenci diri
sendiri karena mereka tidak mampu membuat orangtua menyayangi mereka.

Penghargaan
terhadap anak bukan didasarkan pada usia, jenis kelamin, kepandaian,
keahlian, atau tingkat kematangannya. Kita menghargai anak kecil
berdasarkan bagaimana Allah menghargai mereka. Setiap anak, betapapun
kecil, adalah pribadi yang berharga di mata Allah. Yesus menyatakan
penghargaan dan kesukaanNya akan anak kecil di dalam Yohanes 19 : 13-14
ketika murid-muridNya meremehkan mereka. Sama seperti kita sebagai
orang dewasa, keberhargaan anak ditentukan oleh penciptaNya.
Sebagaimana kita butuh merasa dihargai, demikian pula anak. Lihatlah
anak sebagai pribadi yang dikasihi dan dihargai Tuhan, sama seperti
Tuhan mengasihi dan menghargai kita. Sebesar apa Tuhan menghargai
mereka, sebesar itu pula kita perlu belajar menghargai mereka.

Anda
menunjukkan pengharagaan kepada anak anda dengan memberikan perhatian,
kasih sayang, penerimaan. Hargai anak anda dengan melihat betapa
berharganya ia di hadapan Allah dengan segala kebutuhan dan
perasaannya. Di balik kelalaian dan kesalahannya, anak anda sedang
mengalami pembentukan Tuhan untuk menjadi dewasa, maka bersabarlah dan
hargailah kesulitan yang dialaminya dalam menjalani proses pendewasaan
tersebut. Jadilah sahabat baginya dengan mendengarkan perasaannya
Ketika anak anda menceritakan apa yang terjadi di sekolah, nyatakanlah
antusiasme anda mendengarkan dengan memberikan perhatian yang tidak
teralihkan padanya. Dengan demikian ia akan melihat bahwa pengalaman
dan perasaannya penting bagi anda, dan ia merasa dihargai.

sumber: http://www.my-lifespring.com/artikel/menghargai_anak.php

READ MORE - Anak

Kontrol Emosi

PRINSIP-PRINSIP PRAKTIS MENGENDALIKAN AMARAH

Memang baik jika kita mengerti apa itu amarah, penyebabnya, bermacam-macam respon terhadapnya, penyataan Alkitab, reaksi yang sehat dan tak sehat, dan sebagainya. Namun lebih dari itu, apa yang Anda LAKUKAN terhadap perasaan marah saat ANDA mengalaminya sendiri.
Sebagai ringkasan, ada sepuluh prinsip praktis untuk menghadapi perasaan marah dan mengendalikannya.
Camkanlah selalu bahwa sebagai orang Kristen kita tidak dapat mengendalikan amarah (atau masalah lain) dengan mengandalkan kekuatan sendiri! Kita harus bersandar pada bimbingan dan kekuatan Roh Kudus. Dan bimbingan Roh Kudus paling dibutuhkan jika seseorang merasa dirinya baik tetapi sekaligus sedang marah.

Inilah sepuluh langkah praktis yang dapat Anda ambil:

  1. Sadari reaksi emosi anda. Tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang saya rasakan?".
  2. Kenali perasaan-perasaan Anda dan akui bila Anda memiliki perasaan tersebut. Mengakui perasaan marah tidak berarti Anda harus menyatakannya.
  3. Coba mengerti mengapa Anda marah. Apa penyebabnya? Kemarahan sering timbul karena frustrasi. Kita frustrasi karena keinginan, kerinduan, ambisi, harapan, dorongan, kehausan atau kehendak kita. Tanyakan pada diri Anda, "apakah saya marah karena frustrasi? Apa atau siapa penyebab frustrasi? Jalan positif bagaimana yang dapat saya pikirkan?"
    Alasan lain mengapa kita marah termasuk: kemungkinan terluka, baik secara fisik maupun emosi. Ras aman kita terancam dan sebagai benteng pertahanan, kita marah. Adanya ketidakadilan, baik terhadap orang lain, diri sendiri maupun masyarakat. Seringkali, amarah semacam ini disebut "marah suci", yang dapat dibenarkan. Tetapi berhati-hatilah dan jangan mengizinkan amarah Anda yang benar terhadap ketidakadilan dikacaukan oleh penyebab amarah yang mendasar, yakni: sikap mementingkan diri sendiri... penyebab utama amarah pada sebagian besar manusia. Jika kita mau jujur, kita menjadi sangat marah karena tidak dapat menjalankan cara kita, dan tidak memperoleh yang kita inginkan.
  4. Dapatkah Anda membangun situasi lain sehingga amarah tidak akan timbul? Apa yang telah Anda lakukan yang menyebabkan orang lain bereaksi sedemikian rupa sehingga Anda marah?
  5. Apakah marah adalah respon yang paling baik? Tuliskan akibat- akibat jika Anda marah. Respon apa yang paling baik? Apakah keramahan, simpati dan pengertian dari orang lain dapat menyelesaikan masalah? Dapatkah Anda mengakui perasaan Anda kepadanya?
  6. Apakah amarah Anda terlalu cepat muncul? Jika demikian, tariklha napas dalam-dalam atau hitunglah sampai sepuluh sebelum Anda marah. Pusatkan perhatian pada kelebihan dan kualitas positif orang lain daripada kebobrokannya.
  7. Apakah Anda terlalu kritis terhadap orang lain? Apa akibatnya? Jangan terlalu curiga terhadap orang lain. Dengar apa yang mereka katakan dan rasakanlah. Evaluasi komentar-komentar mereka daripada menyalahkannya. Mungkin saya mereka mempunyai sesuatu yang ingin ditawarkan kepada Anda. Apakah amarah atau kekritisan Anda yang berlebihan muncul dari keinginan untuk merasa diri lebih baik? Apakah pendapat-pendapat anda selalu tepat atau dapatkah usul-usul tersebut diperbaiki? Perhalus bicara dan reaksi Anda terhadap orang lain. Perhatikan sikap dan ekspresi Anda yang akan menunjukkan penolakan dan kritik terhadap orang lain. Dapatkah Anda mengungkapkan penghargaan dan pujian untuk menggantikan kekritisan yang berlebihan?
  8. Mungkin ada kalanya amarah atau sikap kritis yang berlebihan dapat dibenarkan. Jika Anda akan mengungkapkannya, rencanakan terlebih dulu dan nyatakan dengan kata-kata yang dapat diterima orang lain. Gunakan waktu, kebijaksanaan dan sertailah dengan kerinduan untuk menolong orang lain, bukannya menjatuhkannya.
    Carilah teman yang dapat diajak bicara dari hati ke hatii dan Anda dapat memperoleh masukan dari saran-sarannya. Akui perasaaan Anda dan mintalah bimbingannya.
    Sediakan waktu untuk mendoakan kesulitan-kesulitan dalam mengendalikan perasaaan. Akui keadaan Anda secara terbuka kepada Allah. Mohon pertolongan-Nya. Hafalkan ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan amarah dan cara-cara berperilaku terhadap orang lain. Hafalkan dan pahami ayat-ayat tsb. dan praktekkanlah dalam hidup sehari-hari.
READ MORE - Kontrol Emosi

KamusQ

MagMyPic


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com


He...he...he.....

pYzam Page Pets
Page Pets & MySpace Layouts